Drone telah berkembang dari mainan yang menyenangkan menjadi alat yang berguna untuk fotografi udara, pemetaan, inspeksi, pertanian dan logistik.Baterai LiPo (Lithium Polymer) adalah inti dari sistem daya drone ̇ sangat mempengaruhi waktu penerbangan, kapasitas kargo, keamanan dan biaya jangka panjang.
Apa itu Baterai LiPo Drone?
Baterai drone LiPo adalah baterai berbasis lithium yang dapat diisi ulang yang menggunakan elektrolit polimer (bukan cairan).
Keuntungan terbesarnya adalah kepadatan energi yang tinggi dan kecepatan pelepasan yang cepat, keduanya penting untuk drone yang membutuhkan akselerasi cepat dan daya yang stabil untuk motor, kontrol penerbangan dan elektronik onboard..Mereka bekerja untuk semua drone, dari model FPV konsumen untuk UAV industri.
Tingkat Tegangan untuk Baterai LiPo Drone
Tegangan adalah salah satu hal yang paling penting untuk dipertimbangkan. Baterai LiPo drone ditandai dengan ?? S?? (seri), yang menunjukkan tegangan mereka:
3S (11.1V): Untuk drone entry level dan ringan
4S (14.8V): Untuk drone jarak menengah (kinerja seimbang)
6S (22.2V): Untuk FPV berkinerja tinggi dan drone profesional
8S ke atas: Untuk UAV berat dan industri
Pilih tegangan yang cocok dengan motor drone, ESC dan sistem daya.
Bagaimana Kapasitas Baterai Mempengaruhi Waktu Penerbangan
Kapasitas baterai diukur dalam miliamperejam (mAh) yang menentukan berapa lama drone dapat terbang. Kapasitas yang lebih tinggi biasanya berarti waktu penerbangan yang lebih lama, tetapi juga menambah berat badan drone.
Drone yang berbeda membutuhkan kapasitas yang berbeda:
Kapasitas rendah: Untuk drone balap (utamakan kecepatan dan kelincahan)
Kapasitas menengah: Untuk drone fotografi (waktu penerbangan dan berat seimbang)
Kapasitas tinggi: Untuk drone industri (membutuhkan waktu terbang yang panjang)
Temukan keseimbangan yang tepat: Baterai yang terlalu kecil merusak efisiensi misi; terlalu besar membuat drone kurang mudah bermanuver. Baterai LiPo drone yang baik menyeimbangkan penyimpanan energi dan berat.